Membeli mobil bekas di Indonesia tahun 2026 masih jadi pilihan pintar buat banyak orang—hemat biaya, dapat unit lebih tinggi kelasnya, dan pajak lebih ringan dibanding mobil baru. Tapi kalau salah pilih, bisa jadi “bom waktu” yang bikin dompet jebol dan stres berkepanjangan. Berikut poin-poin krusial yang wajib kamu perhatikan secara teliti sebelum deal.

1. Tentukan Budget Realistis + Biaya Tambahan

Jangan cuma lihat harga jual mobilnya saja. Hitung total pengeluaran:

  • Harga beli + balik nama (BPKB/STNK) + pajak progresif (bisa jutaan kalau CC besar)
  • Biaya servis awal (ganti oli, filter, tune up, rem, ban)
  • Asuransi (komprehensif wajib untuk mobil bekas)
  • Potensi perbaikan besar (misal ganti timing belt, kopling, atau AC)

Tips: Siapkan minimal 10–20% dari harga beli untuk “cadangan darurat” perbaikan.

2. Cek Riwayat & Legalitas Mobil

Pastikan dokumen lengkap dan bersih:

  • BPKB asli, STNK sesuai nama penjual
  • Pajak hidup (cek via app Samsat atau website resmi)
  • Cek surat-surat: faktur pembelian, surat servis resmi, kuitansi leasing lunas (kalau kredit)
  • Cek nomor rangka & mesin (pastikan cocok dengan BPKB)
  • Gunakan layanan cek fisik + riwayat (seperti CEKINDO atau bengkel terpercaya) untuk pastikan bukan mobil tabrakan berat, banjir, atau odometer diputar balik

Red flag: Penjual buru-buru, dokumen kurang, atau harga terlalu murah dibanding pasaran.

3. Periksa Kondisi Fisik & Body Secara Detail

Lihat dari luar dulu:

  • Cat body: cek perbedaan warna (respray), cat ulang, atau tambal cat (pakai magnet kecil untuk cek dempul tebal)
  • Karat: periksa kolong mobil, ambang pintu, bagasi, dan area bawah pintu
  • Panel body: cek celah pintu/kap mesin/merah belakang rata atau tidak (kalau miring, kemungkinan pernah tabrakan)
  • Ban & velg: umur ban (minimal 3 tahun pakai), kondisi tapak, dan velg tidak retak
  • Lampu & kaca: tidak buram, tidak retak

Pro tip: Bawa ke tempat terang siang hari dan pakai senter untuk cek celah-celah.

Mobil bekas sedang diperiksa kondisi body dan kolong oleh mekanik – langkah wajib sebelum beli.

4. Test Mesin, Transmisi, dan Sistem Kelistrikan

Nyalakan mesin dingin (tanpa gas dulu):

  • Bunyi aneh? (ketukan, ketok, suara kasar)
  • Asap knalpot: putih (air pendingin bocor), biru (oli bocor), hitam (bensin boros)
  • Idle stabil atau goyang?
  • Test drive minimal 20–30 menit:
    • Akselerasi halus, tidak selip gigi (matic) atau susah masuk gigi (manual)
    • Rem pakem, tidak bunyi atau getar
    • Setir lurus, tidak menarik ke satu sisi
    • AC dingin merata, tidak bau
    • Semua lampu, wiper, klakson, power window berfungsi

Mobil bekas dalam test drive – rasakan handling, suara mesin, dan kenyamanan secara real.

5. Bawa ke Bengkel atau Mekanik Independen Terpercaya

Jangan percaya 100% penjual atau bengkel resmi penjual. Bawa ke bengkel netral yang spesialis mobil bekas atau mekanik langganan:

  • Cek kompresi mesin
  • Scan OBD (kalau mobil injeksi) untuk error code tersembunyi
  • Cek kebocoran oli, air radiator, rem
  • Periksa suspensi, bearing roda, CV joint
  • Cek aki, alternator, starter

Biaya inspeksi sekitar Rp 300–800 ribu, tapi jauh lebih murah daripada perbaikan besar nanti.

Mekanik memeriksa bagian bawah mobil bekas – fokus pada suspensi, rem, dan kebocoran.

Bonus Tips Tambahan

  • Beli dari pemilik langsung (bukan showroom mobil bekas) biasanya lebih jujur soal riwayat
  • Cek konsumsi BBM real (tanya pemilik atau test sendiri)
  • Prioritaskan mobil tahun muda dengan kilometer rendah (<100.000 km ideal untuk mobil 5–8 tahun)
  • Hindari mobil impor (grey) kalau tidak paham sparepartnya susah

Dengan perhatian teliti pada 5 poin di atas, risiko beli kucing dalam karung bisa diminimalisir. Mobil bekas bagus banyak tersedia, asal kamu sabar dan teliti. Selamat berburu unit impian—semoga dapat yang oke punya ya!


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *