
Jalan basah & mobil lewat genangan — Ingat ya, kalau lewati genangan dalam, pelan-pelan aja biar air nggak masuk ke intake atau bikin rem blong. Foto ini nunjukin kondisi jalan hujan tipikal di tropis.
Kalau butuh foto lebih spesifik lagi (misal wiper blade rusak, ban botak, atau interior lembab), atau mau fokus ke satu tips tertentu, bilang aja — aku cariin yang lebih pas! 🚗☔📸
Musim hujan sering jadi musuh nomor satu mobil: ban selip, karat muncul, kabin lembab, hingga AC bau apek. Tapi kalau dirawat dengan cara tepat, mobil tetap prima meski hujan deras setiap hari. Berikut panduan praktis step-by-step yang bisa langsung kamu terapkan — mulai dari pencegahan sampai penanganan setelah kehujanan.
1. Persiapan Sebelum Hujan Datang (Paling Penting!)
- Cek dan ganti wiper blade Wiper karet yang sudah keras atau retak bikin pandangan buram saat hujan deras. Ganti minimal sekali setahun (biaya Rp100–300 ribu/pasang). Pilih yang original atau merek bagus seperti Bosch/PIAA agar awet.
- Periksa kondisi ban Ban botak + hujan = aquaplaning (mobil melayang di genangan). Minimal tread depth 1,6 mm, ideal 3–4 mm. Cek juga tekanan angin (jangan kurang/kurang lebih), dan rotasi ban setiap 10.000 km biar aus merata.
- Cek sistem rem & kampas Rem blong di jalan licin sangat berbahaya. Cek kampas rem (minimal tebal 3 mm), cakram tidak bengkok, dan minyak rem tidak keruh (ganti kalau warnanya cokelat/hitam).
- Lapisi body mobil dengan wax/sealant Wax bagus (Rp150–400 ribu) bikin air hujan langsung menggelinding, kurangi noda air & karat dini. Aplikasikan 2–3 bulan sekali. Alternatif murah: ceramic spray (Rp100 ribu) yang tahan 3–6 bulan.
2. Saat Hujan Turun: Kebiasaan Mengemudi & Perawatan Harian
- Nyalakan lampu selalu (bukan cuma saat gelap) — visibilitas lebih baik & mobil lebih terlihat oleh pengendara lain.
- Jaga jarak aman 2–3 kali lipat dari biasa — rem mendadak di jalan basah bisa selip.
- Hindari genangan dalam kalau bisa. Kalau terpaksa lewati, masuk pelan (kecepatan <20 km/jam), keluar pelan, lalu injak rem ringan beberapa kali biar kampas kering.
- Jangan parkir di bawah pohon — getah, daun basah, atau ranting jatuh bikin cat rusak & saluran air kotor.
- Buka sedikit jendela/kipas kabin setelah parkir di tempat terbuka — kurangi kelembaban di dalam mobil.
3. Setelah Kehujanan: Langkah Cepat Biar Tidak Rusak
- Cuci mobil secepatnya (minimal bilas air bersih) — lumpur & garam jalan (di kota besar) mempercepat karat. Fokus pada kolong mobil, velg, dan sela pintu.
- Keringkan kabin kalau masuk hujan deras:
- Lap karpet & jok basah
- Nyalakan AC + fan full + mode fresh air 15–30 menit
- Taruh silica gel atau karbon aktif di kabin (Rp20–50 ribu/pack, tahan 1–2 bulan)
- Cek karpet banjir — kalau basah kuyup, angkat & jemur di bawah sinar matahari. Kalau dibiarkan, jamur & bau apek muncul dalam 2–3 hari.
4. Perawatan Rutin Musim Hujan (Setiap 1–2 Minggu)
- Bersihkan saluran air (di kap mesin, sunroof, pintu) — daun & kotoran sering menyumbat, bikin air masuk ke kabin atau karat di bawah karpet.
- Cek aki — hujan + start-stop sering bikin aki drop. Bersihkan terminal aki dari karat putih (gunakan baking soda + air).
- Lapisi karet pintu & jendela dengan silicone spray — biar tidak lengket & air tidak merembes masuk.
- Ganti filter kabin (AC) kalau sudah bau apek — filter kotor + lembab = sarang bakteri & bau tidak sedap.
5. Tips Tambahan Hemat & Efektif
- Gunakan car cover kalau parkir outdoor lama (pilih yang breathable, bukan plastik biasa biar tidak lembab di dalam).
- Pasang door visor (kaca tambahan) kalau belum ada — bikin jendela bisa dibuka sedikit saat hujan tanpa air masuk.
- Hindari modifikasi bodoh seperti potong fender rendah atau pasang velg besar — makin susah lewati genangan.
- Budget bulanan musim hujan: Rp300–600 ribu (cuci rutin, wax, silica gel, dll.) jauh lebih murah daripada servis besar karena karat atau interior rusak.
Kesimpulan
Merawat mobil di musim hujan bukan soal mahal, tapi soal konsisten dan tepat waktu. Lakukan pencegahan kecil setiap minggu, mobilmu akan tetap kinclong, aman, dan nyaman meski hujan deras berhari-hari. Ingat: mobil yang terawat di musim hujan akan jauh lebih awet saat musim kemarau tiba.


Tinggalkan Balasan